Showing posts with label berita olahraga. Show all posts
Showing posts with label berita olahraga. Show all posts

Kisah Gelandang Timnas U-19 Bermain di Klub Uruguay

Saturday, 28 September 2013

Kisah Gelandang Timnas U-19 Bermain di Klub Uruguay

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah pemain Timnas Indonesia U-19 dalam bidikan pemandu bakat klub-klub asing. Termasuk di antaranya dari Australia.
Direktur Pengembangan Pemain Muda Brisbane Roar, klub yang bergabung di kompetisi sepak bola Liga Australia atawa A-League sengaja datang untuk memerhatikan delapan pemain Garuda Muda dalam ajang Piala AFF U-19 2013 di Sidoarjo dan Gresik September ini.
Kepada Tribun pria asal Skotlandia ini mengaku sedang telah menyebut beberapa pemain. Namun siapkah pesepakbola belia Indonesia melalanglang buana ke manca negara.
Gelandang Timnas U-19 Dinan Yahdian Javier misalnya yang baru saja bermain selama setahun lebih di Uruguay bersama Deportivo Indonesia.
Dinan dan sejumlah pemain muda lainnya mengatakan kendala bagi dia dan teman-teman dalam menyesuaikan diri di Uruguay hanya cuaca yang jauh lebih dingin dibandingkan di Indonesia. Kendala lain yang dijumpai Dinan dkk, selama di Uruguay adalah kerinduan kepada keluarga di tanah air.
Namun Dinan dkk sudah berhasil membuktikan mereka mampu melewati fase-fase penyesuaian diri sehingga benar-benar berhasil mengatasi kendala hidup jauh dari rumah. Pemain lain, Hansamu Yama, mengaku dengan kesempatan bermain di luar negeri, dia dan teman-temannya mendapatkan banyak manfaat yang bagus untuk pengembangan diri, satu di antaranya disiplin diri.
"Di sana kita jadi lebih disiplin dan berhati-hati karena kami benar-benar dilepas dan tidak ada pembatasan jam malam, apalagi tidak ada pengawasan dari orangtua. Pendamping kami tidak selamanya berada di sana," kata Dinan yang mengaku tekniknya meningkat sejak ke Uruguay.
"Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena kami bisa bermain dengan pemain-pemain yang kaya pengalaman di level internasional," lanjut pemuda asal Yogyakarta itu.
Baca selengkapnya "Terbang ke Negeri Kanguru" klik Tribun Jakarta Digital atau copy paste link berikut ini http://digital.jakarta.tribunnews.com/index.php/edition/2013/09/23/petang
READ MORE - Kisah Gelandang Timnas U-19 Bermain di Klub Uruguay

RD berencana memanggil 33 pemain untuk pelatnas tahap akhir di Yogyakarta, Oktober nanti.

Evan Dimas Darmono menjadi salah satu pemain bidikan RD.Pelatih tim nasional (timnas) U-23, Rahmad Darmawan, mengungkapkan ada tiga pemain timnas U-19 yang dibidiknya untuk mengikuti seleksi timnas U-23 yang dipersiapkan untuk SEA Games 2013. Mereka adalah kapten tim, Evan Dimas Darmono, Hansamu Yama Pratama, dan Ilham Udin Armaiyn.

Namun begitu, pelatih yang akrab disapa RD ini menuturkan masih harus mempertimbangkan lagi faktor-faktor lainnya sebelum benar-benar memanggil ketiganya untuk mengikuti pelatnas tahap akhir timnas U-23. Rencananya, pelatnas tahap akhir timnas U-23 akan digelar usai Islamic Solidarity Games 2013. Jika lolos ke semifinal dan final, maka pelatnas akan dimulai di Yogyakarta pada 5 Oktober 2013. Tapi jika tidak lolos semifinal, maka pelatnas akan dilaksanakan pada 1 Oktober. RD sendiri berencana memanggil 33 pemain untuk pelatnas tahap akhir nanti.

"Kami harus melihat level usia mereka kan beda dengan yang ada di timnas U-23. Tekanan pemain lawan yang akan mereka hadapi nanti juga tidak sama dengan yang mereka lawan di Piala AFF U-19. Tentu kami harus berhitung soal itu. Mencoba mereka memang tidak ada salahnya, tapi kita lihat nanti seperti apa karena saya belum ambil keputusan soal ini," ujar Rahmad.

Seperti diketahui, timnas U-19 berhasil menjadi juara Piala AFF U-19 usai mengalahkan Vietnam U-19 di partai final lewat adu penalti, skor 7-6. Prestasi tersebut seakan menghapus dahaga para pecinta sepak bola nasional yang sudah 22 tahun tidak melihat timnas juara di turnamen resmi sepak bola antarnegara Asia Tenggara seperti SEA Games dan Piala AFF.
READ MORE - RD berencana memanggil 33 pemain untuk pelatnas tahap akhir di Yogyakarta, Oktober nanti.

Tim nasional Indonesia U-19 mendapatkan bonus berupa beasiswa atas keberhasilan mereka

Evan Dimas cs akan mendapatkan beasiswa
Tim nasional Indonesia U-19 sukses mengharumkan nama bangsa Indonesia di ajang AFF U-19 setelah menumbangkan Vietnam lewat drama adu pinalti, Senin (22/9) malam. Kegemilangan skuat Garuda Jaya ini membawa mereka dikenal dan mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak.

Badan Tim Nasional (BTN) pun memberikan penghargaan atas prestasi mereka membawa Indonesia mendapatkan gelar kembali setelah 22 tahun puasa gelar di ajang sepakbola.

Wujud penghargaan ini bukanlah berupa uang melimpah yang diberikan kepada setiap pemain, melainkan dukungan dana bagi mereka menjalani pendidikan untuk masa depan nanti (beasiswa).

“Seluruh biaya pendidikan mereka kita cover. Ini bagian dari program welfare for players yang mulai kita jalankan di BTN.  Bonus tidak selalu dalam bentuk uang. Tetapi sesuatu yang berarti dan bermanfaat untuk jangka panjang.  Untuk pemain usia muda, lebih cocok biaya pendidikan.  Dan kita cover sampai selesai pendidikan mereka. Mungkin untuk atlit senior akan dalam bentuk lain. Nanti akan dipikirkan oleh HPU BTN, yang menangani program welfare for players itu,” urai La Nyalla kepada wartawan, Senin (23/9).

Penghargaan juga tak hanya diberikan kepada skuat, pelatih kepala timnas U-19, Indra Sjafri, juga mendapatkan kepercayaan untuk terus membawa anak asuhnya mengikuti kualifikasi Piala AFC U-19 dan menjaga skuat agar tetap hingga SEA Games 2017 nanti.

“Indra Sjafri telah mampu memenuhi target BTN untuk memboyong trofi AFF U-19. Untuk itu BTN memberikan kepercayaan kepada Indra untuk terus memimpin anak-anak di laga selanjutnya.  Saya berharap SEA Games 2017, anak-anak ini menjadi skuad inti dan dipimpin oleh Indra Sjafri. Semoga saja,” lanjut La Nyalla.

Dalam waktu dekat Indonesia U-19 akan bersiap melakukan kualifikasi AFC U-19 yang mana tim Garuda Jaya berada satu grup dengan Korea Selatan, Laos, dan Filipina di grup G. 
READ MORE - Tim nasional Indonesia U-19 mendapatkan bonus berupa beasiswa atas keberhasilan mereka

Skuat tim nasional Indonesia U-19 banyak mendapat perhatian dari para klub-klub Indonesia dan arsitek U-23, Rahmad Darmawan.

Tim Nasional U-19 menjadi pusat perhatian
Penampilan yang bagus selama kejuaraan AFF U-19 membawa para punggawa Indonesia U-19 meraih gelar juara setelah mengalahkan Vietnam lewat adu pinalti. Keberhasilan tersebut juga membawa mereka menjadi pusat perhatian klub-klub di Indonesia.

Pemain seperti Ilham Udin Armaiyn, Maldini Palli serta sang kapten Evan Dimas, menjadi yang paling banyak peminat. Klub-klub seperti Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persija Jakarta dikabarkan tertarik untuk meminang mereka.

"Kami memang ingin mematenkan pemain muda dan senior untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Sedikitnya ada empat pemain timnas U-19 yang layak berkostum hijau di kompetisi mendatang," ujar asisten manajer dari Persebaya ISL, Amran Said Ali kepada Sindonews.

Selain klub-klub yang berminat kepada mereka, pelatih Indonesia U-23, Rahmad Darmawan juga menaruh perhatian kepada beberapa skuat Garuda Jaya tersebut. Mereka adalah Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn dan Hansamu Yama Pratama.

“Dalam pantauan saya, ada tiga pemain yang cukup punya potensi. Satu yang di belakang, satu di tengah dan satu di kiri. Nomor 20, kapten tim, dan nomor 16,” papar sosok yang biasa dipanggil Coach RD tersebut.

Mereka dinilai cocok untuk dicoba dan naik level ke jenjang U-23. Meski begitu, RD tidak ingin terburu-buru.
READ MORE - Skuat tim nasional Indonesia U-19 banyak mendapat perhatian dari para klub-klub Indonesia dan arsitek U-23, Rahmad Darmawan.

Ilham Udin Armaiyn U-19 Diarak Keliling Ternate


Ilham Udin Armaiyn U-19 Diarak Keliling Ternate

Indonesia Juara AFF U-19 2013TEMPO.CO, Ternate - Tiba di Kota Ternate, pemain tim nasional U-19 Ilham Udin Armaiyn langsung di arak keliling kota, Selasa, 24 September 2013. Ratusan warga ibu kota sementara Maluku Utara itu bahkan menjemputnya di Bandara Babullah.

Antusias warga Ternate menjemput Ilham sudah terlihat sejak Selasa pagi. Ratusan orang menyiapkan kendaraan khusus untuk mengarak Ilham keliling kota. Arak-arakan rombongan beberapa kali berhenti lantaran banyaknya orang yang ingin menyalami dan meminta tanda tangan sang bintang. Selain itu, arus lalu lintas dalam Kota sempat dibuat macet.

"Kami senang bisa menjemput Ilham dan mengaraknya keliling kota. Apalagi yang kami bawa adalah orang yang mengharumkan nama bangsa," kata Ikram, 32 tahun, pegawai negeri sipil di Pemerintah Kota Ternate. Ikram mengaku ikut menjemput Ilham secara spontan. "Kami mendukung Ilham agar lebih berprestasi." (Baca: Jebret Gol AFF U-19 Heboh di YouTube)

Ilham merupakan pemain timnas U-19 yang menjadi penentu kemenangan pada final piala AFF 19 di Sidoarjo. Tendangan penaltinya mengantarkan Indonesia menjadi juara, yang dinantikan selama 22 tahun. (Baca: Fisik Evan Dimas dkk Lebih Kuat Dibanding Lawan)
READ MORE - Ilham Udin Armaiyn U-19 Diarak Keliling Ternate

Bima Sakti Sedih Lihat Timnas U-19 Juara


Pemain Indonesia mengangkat piala dalam pertandingan Final Piala AFF U19 di Stadion Deltra Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9). (Republika/Edwin Dwi Putranto)
Pemain Indonesia mengangkat piala dalam pertandingan Final Piala AFF U19 di Stadion Deltra Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9). (Republika/Edwin Dwi Putranto)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan pemain tim nasional Indonesia, Bima Sakti, mengucapkan selamat atas keberhasilan Timnas U-19 Indonesia meraih juara Piala AFF U-19 2013.
Tapi, Bima Sakti mengaku sedih melihat Evan Dimas dan kawan-kawan mengangkat trofi.
''Saya sedih melihat Timnas U-19 juara. Kenapa saya tidak bisa meraih juara waktu bermain,” ujar Bima Sakti seperti dikutip Bolaindo.
Bima Sakti memperkuat tim nasional Indonesia sejak tahun 1995 sampai 2012. Sepanjang karier sepak bola, mantan pemain Persema Malang itu tidak pernah meraih gelar juara.
Prestasi terbaiknya hanya membawa timnas Indonesia meraih runner up di Piala Tiger.
READ MORE - Bima Sakti Sedih Lihat Timnas U-19 Juara

Pelatih: Timnas U-19 bisa lebih baik


Timnas U-19
Timnas U-19 harus segera siap hadapi juara bertahan Korsel di ajang Piala AFC berikutnya.
Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri mengatakan meski menang saat menghadapi Vietnam Minggu (22/09) malam dalam ajang Piala AFF, anak asuhnya sebenarnya bisa bermain lebih baik.
Dalam babak final yang dramatis anak asuh Indra unggul melalui adu penalti 7-6 sehingga menggondol trofi AFF U-19 untuk pertama kalinya dalam 22 tahun terakhir.
"Mestinya anak-anak bisa main lebih bagus, anak-anak mampu. Tapi saya bersyukur kita bisa keluar sebagai juara," kata Indra kepada BBC.
Tujuh kali laga hingga final di ajang AFF tahun ini menurut Indra memberi sumbangan pengalaman yang sangat baik bagi anak asuhnya.
Bersama 20 pemain yang dibinanya Indra berprestasi bagus di arena ajang sepakbola muda Hong Kong (HKFA) tahun 2011 dan 2012, sebelum akhirnya membukukan prestasi gemilang semalam.
Kepelatihan Indra di Timnas U-19 mulai mengundang sorotan setelah timnya memborong skor 25-0 saat menghadapi tim Afghanistan di ajang Piala Pelajar Asia, di Iran tahun lalu.
"Selanjutnya kita langsung bersiap menghadapi babak kualifikasi Piala AFC U-19 nanti mulai 8 Oktober," tambah Indra.

'Pahlawan sepak bola'

Hasil partai final Piala AFF U-19 dan kinerja tim Garuda Muda menimbulkan banyak komentar positif tentang kinerja sepakbola Indonesia setelah kisruh sepakbola nasional selama beberapa tahun terakhir.
Tak kurang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri yang mengucapkan selamat atas prestasi ini. Melalui halaman Twitter-nya Presiden Yudhoyono menulis "bersyukur... bangga. Terima kasih para pahlawan sepak bola U-19".
Pelatih Indra Sjafrie sendiri mengatakan tak bisa menjanjikan prestasi muluk bersama anak asuhnya, kecuali mengatakan 'akan bekerja keras' untuk lolos kualifikasi pada Piala AFF bulan depan.
"Kita akan menghadapi Korea Selatan, Laos dan Filipina," kata Indra.
Meski Korsel dikenal memiliki tim dengan prestasi tinggi, sudah 12 kali juara dan kini juara bertahan, menurut Indra bukan tak mungkin anak asuhnya melibas permainan tim negeri gingseng itu.
"Terakhir ketemu kita kalah 2-1 memang," kata Indra mengutip pertemuan dengan tim U-19 Korsel di Iran, tahun lalu.
Satu hal yang membuatnya gembira adalah janji dari pengurus PSSI pusat yang akan memasukkan 11 nama baru calon anggota Timnas U-19 dalam skuad AFC nanti.
"Jadi nanti ada 31 pemain muda, semuanya kualitasnya setara jadi kita bisa pilih yang benar-benar bagus untuk turun di AFC."
Indonesia akan tetap menjadi tuan rumah kompetisi AFC U-19 tahun ini, dengan lokasi penyelenggaraan kemungkinan masih di Jawa Timur.
READ MORE - Pelatih: Timnas U-19 bisa lebih baik

Jadi Rebutan Klub, Kiper Ravi Pilih Timnas U-19


Jadi Rebutan Klub, Kiper Ravi Pilih Timnas U-19

TEMPO.CO, Semarang - Setelah tampil memukau bersama tim nasional sepak bola Indonesia usia di bawah 19 tahun (U-19), kiper Ravi Murdianto banyak dilirik klub. Namun, dia menyatakan belum tertarik bergabung dengan klub mana pun dan lebih memilih berfokus untuk tampil bersama timnas.

"Mengantarkan timnas lolos kualifikasi AFC jauh lebih penting. Soal klub, mengalir saja," ujar dia kepada Tempo, Selasa, 24 September 2013. "Jika ada klub yang tertarik, silakan hubungi pelatih (timnas).”

Setelah mengantar Indonesia menjadi juara di final Piala AFF di Sidoarjo, Ahad lalu, Ravi menyempatkan diri pulang ke Desa Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah. Namun, hanya dua hari dia berada di sana. Esoknya dia sudah harus kembali bergabung dengan skuad Garuda Muda, mengikuti pemusatan latihan di Surabaya untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia.

Meski mengaku belum tertarik bergabung dengan klub, jebolan Sekolah Sepak Bola Tugu Muda Semarang ini berharap kelak bisa bergabung dengan Sriwijaya FC. Ia menilai klub asal Palembang itu merupakan tim papan atas. "Saya juga mengidolakan kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu," kata dia.

Sepanjang kejuaraan AFF U-19 pekan lalu, Ravi berhasil menunjukkan penampilan yang menawan. Puncaknya, saat timnas menghadapi Vietnam dalam laga final yang berakhir dengan adu tendangan penalti. Ravi menjadi salah satu penentu kemenangan Indonesia dengan menepis tiga tendangan penalti Vietnam.

Sebelumnya, kiper dengan tinggi badan 183 sentimeter ini juga sempat mengantar timnas U-17 juara dalam sebuah turnamen di Hong Kong pada 2012. Sedangkan saat memperkuat timnas U-18, dia ikut mengantar tim itu menempati peringkat kelima dalam sebuah turnamen pelajar di Iran.
READ MORE - Jadi Rebutan Klub, Kiper Ravi Pilih Timnas U-19

Seorang pebalap tewas akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang


Sumber: bola.net

Seorang pebalap tewas akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang

Seorang pebalap motor meninggal dunia pada hari Rabu (25/9) akibat cedera parah yang ia alami usai kecelakaan hebat di Sepang, Malaysia akhir pekan lalu. Kecelakaan ini sejatinya juga telah menewaskan seorang petugas trek.

Pengelola sirkuit mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pebalap bernama Mohamad Izzat meninggal akibat kecelakaan yang terjadi pada sesi latihan Malaysian Super Series. Sementara itu, petugas trek bernama Satish Suppiah juga meninggal pada hari yang sama di mana insiden itu terjadi.

Sayangnya, kejadian ini terjadi hanya sebulan sebelum MotoGP Malaysia 2013 digelar. Peristiwa inipun membuat pengelola sirkuit diminta meninjau ulang tingkat keamanan lintasan.

Sebelumnya, Sirkuit Sepang sudah pernah menelan korban, yakni mendiang pebalap MotoGP, Marco Simoncelli. Pebalap yang terkenal dengan rambut kribonya ini meninggal akibat kecelakaan hebat pada MotoGP Malaysia 2011 silam. (afp/kny)

Sumber: Bola.net
READ MORE - Seorang pebalap tewas akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang

Kapten timnas Malaysia itu tertarik melanjutkan karirnya di Indonesia.

Friday, 5 August 2011

Kapten timnas Malaysia itu tertarik melanjutkan karirnya di Indonesia.
 
 
 
 
 KUALA LUMPUR--MICOM: Gegap gempitanya Liga Super Indonesia ternyata menarik perhatian kapten timnas Malaysia Safiq Rahim. Pemain yang kini merumput bersama Selangor FC itupun berniat untuk pindah dan bermain di salah satu klub LSI.
 
 
Kapten Malaysia Ingin Gabung di Klub Indonesia
REUTERS/Samsul Said/ip

"Ya, Safiq ingin meninggalkan klub, dia sudah menegaskan keinginannya itu," ujar manajer tim Selangor FC, Datuk Hamidin Mohd Amii. "Dia berbicara dengan saya mengenai tawaran dari klub Indonesia beberapa hari lalu," lanjutnya.

Sempat beredar kabar sejumlah klub LSI telah menyatakan ketertarikannya untuk memboyong Safiq dari Selangor FC, namun hingga saat ini belum ada langkah kongkret untuk merealisasikan hal tersebut.

"Sejauh ini dia masih pemain Selangor dan akan tetap diperlakukan sebagai pemain Selangor sampai akhirnya dia tidak berada di sini," ungkap Hamidin. "Saya ingin dia berbicara kepada saya usai Piala Malaysia. Kami ingin dia lebih dulu fokus pada tugas kami terlebih dulu," tandas Hamidin.

Kabar yang beredar Persib Bandung dan Persija Jakarta telah menyatakan ketertarikannya Safiq. Dan jika hal itu terwujud, Safiq akan bergabung bersama Safee Sali, rekannya di timnas Malaysia yang telah bermain bersama Pelita Jaya.(Goal.com/PJ/X-12)
READ MORE - Kapten timnas Malaysia itu tertarik melanjutkan karirnya di Indonesia.

 
 
 

Entri Populer